Puisi
Bersama Namun Berbeda
Dalam satu bingkai, kita berdiri,
Dua jiwa, satu cerita yang tak terperi,
Kau dan aku, beriring langkah,
Namun, di balik senyum, ada dua rasa yang tak sama.
Kau dengan impian berapi-api,
Sedang aku, pelan, seperti air yang mengalir,
Dalam kebersamaan, kita berdua,
Namun pandangan kita, bagai langit dan tanah.
Satu kata bisa mengubah makna,
Satu tawa bisa memisahkan jiwa,
Kita mengukir cerita di atas kertas,
Tapi tinta kita, berbeda warna dan rasa.
Ketika malam datang, dan bintang bersinar,
Kita berbagi cerita, harapan yang samar,
Kau lihat ke depan, penuh keyakinan,
Sedang aku menatap langit, bertanya arah perjalanan.
Komentar
Posting Komentar