Untuk diriku.
Untuk diriku.
Berhenti untuk terus mengabaikan luka. Jika kamu tak menyembuhkannya, artinya kamu berniat menerima dan menjalankannya. Luka bukan pertandingan, bukan tentang menang ataupun kalah. Berhenti mempertarungkannya. Menghindarlah sebisa mungkin. Jangan pernah bertahan di tempat yang penuh dengan hal-hal yang menyakitimu. Kamu hanya dapat melihat kebahagiaan dari kejauhan. Kamu sudah beberapa kali terjatuh ketika mengejarnya. Lepaskanlah dan pergi, Mari melarikan diri. Tidak ada surga ketika melarikan diri, tetapi musim semi akan datang. Mari kita melihat pohon sakura yang paling pertama bunganya bermekaran. Jika berteduh di bawah pohon itu tetap membuatmu tidak bisa bertahan, maka teruslah berlari. Mari pergi ke tempat yang tidak mengharapkan jawabanmu atas segala pertanyaan. Orang-orang yang melihat pelarianmu akan menyebutmu sebagai wisatawan.
Komentar
Posting Komentar